-->

11 November 2009

Restrukturisasi Budaya Demi Menciptakan Masyarakat Tanggap Bencana

sihendri.comBencana seolah tiada berhenti menimpa Nusantara tercinta. Belum kering tangis korban gempa di Tasikmalaya tanggal 2 September kemarin, bencana lain berupa banjir bandang kembali melanda daerah Sumatera, tepatnya kecamatan muara batang gadis Kabupaten Mandahiling Natal, 15 September berselang. Sampai saat ini disebutkan bencana ini telah menelan korban meninggal sebanyak 38 orang, sedangkan 25 orang lainnya belum ditemukan.


Berbagai analisa muncul untuk mempertanyakan mengapa musibah-musibah ini bisa beruntun terjadi. Sebagian ada yang menyalahkan oknum-oknum tidak bertanggung jawab, yang dengan semena-mena telah merambah hutan tanpa memperhitungkan efek samping yang akan terjadi. Sebagian lagi menuding beberapa aparat pemerintah yang lalai dalam melaksanakan tugasnya. Ada juga yang menunjuk masyarakat yang tidak "awas" dengan pertanda-pertanda alam yang telah berbicara. Tentu saja saling menyalahkan tidak akan bisa mengembalikan korban yang hilang, apalagi mengganti kerugian yang ditimbulkan.


Jumlah korban yang tersebar dalam tiap bencana yang terjadi tentu saja berbeda-beda, dan berbanding searah dengan jumlah penduduk yang tinggal di wilayah tersebut. Biasanya korban tidak hanya disebabkan oleh bencana tersebut secara langsung, namun juga disebabkan oleh efek domino dari ketiadaan informasi, kepanikan sesaat dari masyarakat, yang umumnya pada saat terjadi bencana berada di pusat-pusat keramaian, seperti di dalam gedung, pasar bertingkat dan lain sebagainya.


Sebagai contoh, gempa Tasikmalaya. Gempa terjadi ketika masyarakat sedang terpusat di pasar. Kadangkala sebagian pasar hanya dilengkapi dengan sebuah pintu utama saja. Ketika terjadi gempa, semua pengunjung akan saling berebut menuju pintu keluar, yang mengakibatkan banyak diantara mereka yang terinjak-injak atau terjatuh karena situasi panik. Korban ini secara tidak langsung adalah korban gempa juga, walaupun bukan korban langsung.


Ketanggapan masyarakat, sarana dan prasarana merupakan salah satu kunci agar kita bisa meminimalisir korban yang dimunculkan sewaktu dan setelah bencana. Jika masyarakat telah memiliki pengetahuan akan antisipasi bencana, maka akan lebih mudah untuk menciptakan situasi yang lebih kondusif dibandingkan dengan masyarakat yang tanpa pengetahuan sama sekali. Untuk itu, ada beberapa langkah yang harus dilakukan yang tentu saja membutuhkan dukungan masyarakat dan pemerintah sebagai penentu kebijakan.


Langkah Pertama: pengkajian lokasi pemusatan penduduk yang cenderung rawan bencana harus mempunyai wujud nyata. Daerah-daerah dengan masing-masing karakteristik harus dibuatkan skala kemungkinan bencana yang akan terjadi. Untuk daerah yang bertempat di sebelah tebing gunung/bukit, maka perlu dibuat perkiraan hujan berapa lama yang harus diwaspadai oleh masyarakat. Jika daerahnya berada di pusat keramaian yang rawan gempa, maka harus dibuatkan sebuah papan peringatan yang menunjukkan bahwa daerah tersebut rawan gempa. Bangunan-bangunan juga harus diberikan dan harus lulus standar kelayakan. Karena setelah bencana masyarakat kita cenderung melupakan fakta yang telah terjadi, dan memulai hidup kembali seolah tidak pernah terjadi apa-apa sehingga lalai dalam persiapan.


Hal ini bisa diwujudkan dengan menciptakan tenaga-tenaga ahli yang memahami tentang meteorologi, geofisika dan kajian sejenisnya. Dengan adanya kerjasama dengan perguruan-perguruan tinggi di luar negeri dan penyedia-penyedia dana untuk beasiswa. Pemerintah dapat membuat sebuah project yang pada akhirnya menciptakan ahli-ahli dimaksud yang bisa dipetakan sesuai dengan daerah yang membutuhkan. Kerja keras tentu saja harus dilakukan dengan melakukan pendekatan terhadap pihak penyandang dana. Jika hal seperti ini bisa diciptakan, jumlah tenaga ahli yang dapat menyumbangkan ilmu tentu saja cukup banyak sehingga masyarakat kita tidak sepenuhnya buta bencana.


Langkah Kedua: Mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung tanggap bencana. Hasil dari langkah pertama kemudian diejawantahkan dengan membuat papanisasi tentang kondisi suatu daerah, standar dan jalur-jalur yang tercepat yang bisa dilalui jika terjadi bencana, standarisasi dari bangunan, jumlah pintu keluar, jumlah maksimal orang perjalur dalam sebuah blok dan lain sebagainya. Khusus pada daerah rawan yang sudah pada tingkat waspada, pada bagian lantai jalan diberi simbol- simbol darurat dengan menggunakan tinta yang bercahaya ketika gelap. Asumsinya, pada saat panik sensor otak hanya menerima beberapa input sederhana saja kemudian memprosesnya menjadi sebuah aksi, yang kita sebut dengan reflek. Dengan memanfaatkan simbol-simbol ini, dapat membantu masyarakat untuk mengambil keputusan secara cepat. Simbol-simbol darurat harus didesain sedemikian rupa sehingga bisa meminimalisir kekacauan dan masyarakat bisa mendapatkan akses yang tercepat untuk keluar dengan selamat dari lokasi tersebut


Langkah Ketiga: Sosialisasi pelatihan tanggap bencana alam. Sosialisasi ini bisa dilakukan di sekolah-sekolah, RT/RW, pusat-pusat keramaian, dan daerah rawan bencana. Sosialisasi disesuaikan dengan karakteristik daerah tempat sekolah tersebut, dan karakteristik bencana yang kira-kira akan terjadi. Untuk daerah rawan gempa, akan diberikan porsi yang berbeda dengan daerah yang rawan banjir atau longsor. Sosialisasi dilaksanakan oleh polisi pamong praja/dinas pemadam kebakaran/polisi/TNI. Dengan memberikan bekal-bekal yang cukup tentang hal-hal yang harus dilakukan ketika bencana, simulasi bencana yang membuat anak-anak menjadi lebih siap dan tahu apa yang harus dilakukan serta tidak gampang trauma ketika bencana menghadang. Untuk sekolah pelatihan ini bisa dilaksanakan sebagai program sekolah yang dapat dilakukan setiap awal atau akhir semester, minimal satu kali dalam setahun.


Langkah Keempat: persiapan pascabencana. Penggunaan tas darurat merupakan salah satu opsi yang juga sangat membantu dalam tanggap terhadap bencana. Dengan mempersiapkan perangkat-perangkat yang dibutuhkan di saat-saat darurat seperti: makanan kaleng, kantong tidur, P3K, senter, pisau, kompas, tali, uang kas, sertifikat2 penting, handuk, tisu, sendok, batrai cadangan, foto keluarga, lilin, radio portabel, batrai, pakaian. Kesemua itu kemudian dikompilasi dalam sebuah tas yang selalu dibuat untuk selalu siap sedia kapan dibutuhkan. Ketika bencana datang, masyarakat dilatih untuk segera menggunakan tas darurat yang telah disediakan di tempat yang mudah untuk diakses, dan keperluan untuk 2-3 hari bisa dipenuhi sembari menunggu bantuan datang.


Ketanggapan masyarakat tentu saja harus didukung dengan informasi yang relevan dan tepat saji. Untuk itu haruslah terdapat Proses Bisnis yang tepat agar informasi yang tepat bisa sampai pada saat yang tepat pada orang yang tepat. Untuk itu ada beberapa proses bisnis yang harus dimanajemen ulang.


Proses pertama: sentralisasi berita. Jika salah seorang anggota keluarga masyarakat berada di daerah bencana, umumnya media seperti televisi dan radio menjadi salah satu sumber informasi utama bagi masyarakat karena setelah beberapa waktu media telekomunikasi seperti telephone dan ponsel mendadak "macet". Namun, penyampaian informasi dari media yang sepotong-sepotong dan cara menyampaikan dengan teknis dan data yang berbeda-beda bisa malah membuat masyarakat semakin panik. Hal ini karena terkait dengan hal-hal teknis pencari berita di lapangan yang menentukan apa dan bagaimana informasi ini sampai ke tangan masyarakat. Beberapa wilayah terekspos secara berlebihan, sedangkan wilayah-wilayah tertentu malah tidak tersentuh sama sekali.


Seharusnya dengan banyaknya jumlah stasiun televisi yang ada di Indonesia, bukankah memungkinkan untuk membuat sebuah pusat berita yang tersentralisasi. Tetap dengan pernak-pernik masing-masing televisi, namun siarannya live. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan informasi yang teruptodate, langsung dari berbagai sumber sumber yang melihat dari sisi yang berbeda-beda. Untuk teknis penyiaran, diserahkan langung ke masing-masing stasiun tv, ada yang ingin menayangkannya langsung atau ada yang ingin menundanya untuk dikompilasi dalam sebuah siaran berita, atau dengan menggunakan running text, dan lain-lain.


Proses kedua: mempersiapkan website dan layanan telepon untuk BMG yang lebih "mapan". Sumber informasi yang interaktif hanyalah dari BMG, baik layanan via website maupun layanan via telephone. Umumnya pada saat terjadi bencana seperti gempa, untuk beberapa saat, karena jumlah pengunjung yang sangat tinggi membuat website BMG tiba-tiba menjadi sangat lambat. Layanan telephone juga mendadak menjadi macet. Sebagai alternatif terpaksa para pencari informasi menggunakan website dari luar negeri dengan menggunakan google. Tentu saja sebagai satu-satunya sumber informasi pemerintah harus lebih memperkuat sistem informasi yang dimiliki oleh BMG dengan cara memperbesar bandwidth website BMG, walaupun terkesan pemborosan, namun di saat-saat tertentu malah menjadi hal yang vital. Untuk pelayanan telephone, juga harus dipikirkan untuk membuat sebuah otomasi pelayanan telephone yang bisa memberikan data teruptodate dengan menggunakan menu-menu otomatis, tanpa menggunakan operator. Yang tentunya terhubung dengan database BMG yang terkini.



Baca selengkapnya !

10 November 2009

Download Source Code Visual Basic Membaca dan Menulis Gambar kedalam Database (Oracle 8i)

Ada teman yang bertanya tentang cara menuliskan dan membaca gambar ke dan dari database. Sebenarnya itu sudah pernah saya sediakan dalam pembuatan Oriyu: Sistem Informasi Akademik yang sebelumnya. Dalam Sistem Informasi Akademik tersebut ada 2 buah Prosedur Global yakni WriteG dan ReadG. Dua buah prosedur ini akan dipanggil oleh frmMahasiswa (lihat gambar). untuk menyimpan foto mahasiswa, dan membaca foto mahasiswa. Tipe data yang digunakan adalah Blob dengan dtabase Oracle 8i.


Jadi prinsipnya begini, kita harus menyediakan 2 buah tombol dan 1 buah image pada form mahasiswa, tombol yang pertama berguna untuk mengganti foto "Ganti Foto", sedangkan tombol yang kedua berguna untuk menghilangkan foto dari database dengan nama "Tanpa Foto" (lihat gambar).


Ketika tombol Ganti Foto diklik, maka akan dibuka sebuah dialog untuk membuka file gambar yang dimaksud, setelah itu dilakukan penyimpanan yang intinya adalah perintah berikut ini:


Numblocks = FileLength / BlockSize


LeftOver = FileLength Mod BlockSize


ReDim ByteData(LeftOver)


Get SourceFile, , ByteData()


Rs.Fields("foto").AppendChunk ByteData()


ReDim ByteData(BlockSize)


For I = 1 To Numblocks


Get SourceFile, , ByteData()


Rs.Fields("foto").AppendChunk ByteData()


Next I


Rs.Update


Close SourceFile


Jadi berbeda dengan update field biasa, yang cukup dengan perintah update set nama="blalala", namun disini kita harus menentukan filelength, mempersiapkan array kemudian membuka file gambar dimaksud, kemudian secara bertahap menyimpan file gambar yang dibaca kedalam database dengan menggunakan AppendChunk.


Sedangkan prosedur ReadG berfungsi untuk menampilkan gambar mahasiswsa, jika dilakukan pencarian dan nim mahasiswa tersebut ditemukan.


Bagi yang tertarik dengan prosedur WriteG dan ReadG, silahkan download di Membaca dan Menulis Gambar kedalam Database (Oracle 8i), ini ssaya simpan dalam bentuk file .txt, hanya 2 prosedur ini saja. Sedangkan Versi lengkapnya silahkan klik Sistem Informasi Akademik diatas.


Ouw hya, mungkin ada beberapa orang teman yang bermasalah dengan source Sistem Informasi Akademik. Yang harus anda pastikan adalah COPYKAN KESELURUHAN FILE .OCX YANG ADA KE FOLDER YANG SAMA DENGAN PROJECT, kemudian lakukan installasi True DBGrid, maka program akan bisa dibuka dengan baik. jika trueDBGrid tidak ada mungkin nanti ada beberapa form yang error, tapi tidak masalha, yang kita butuhkan hanya logika saja kan?. Program ini dibuat untuk database Oracle 8i, selamat belajar...

Baca selengkapnya !

08 November 2009

Source Code Visual Basic Mengoptimalkan Fungsi Spilt untuk sistem Quick Count Pemilu memanfaatkan OZEKI SMS Server

Berikut ini adalah diskusi saya dengan seorang teman tentang membuat sistem Quick Count tentang pemilu


Teman:


mas edri pernah bikin software untuk quick count pilkada..?? kebetulan di daerah saya akan ada pemilihan walikota periode 2010 - 2015 kalau ada bisa di bantu untuk source kode nya mas..?? untuk biaya berapa mas ? soalnya kebetulan instansi saya juga berkepentingan dengan hasil perhitungan ( quick count ) . tapi anggaran kurang memadai.. ( hanya Rp. 5,000,000,- saya browsing di internet ada yang jual software jadi dengan harga 2.500.000,- tapi saya ragukan kredibilitasnya... mohon bantuannya mas.


Riyu:


hmm, kalau softwarenya saya belum pernah buat mas, kalau berdasarkan wawancara di metro tv dulu, mereka menggunakan quick count berdasarkan statistik, saya belum pernah coba yang begitu, rasanya juga butuh seorang ahli statistik untuk bisa mendapatkan datanya, saya kurang tahu bagaimana menggenerate data sehingga begitu akuratnya. Bagaimana mewawancarai si pemilih, saya belum dapat gambaran tentang prosedurnya.


Teman:


gambarannya begini mas edri... kalau di kota saya.. ****... terdiri dari 53 Kelurahan.. 6 Kecamatan dan jumah TPS 1488 TPS jadi yang saya perlukan adalah software yang mampu menampung sms sebanyak 1488 sms ( Berdasarkan Jmlh SMS) dengan format kurang lebih begini : Kelurahan/Nmr TPS /jumlah suara pasangan 1/ jumlah suara pasangan 2/ jumlah pasangan 3. kalau yang sudah- sudah saya memakai SMS server dari OZEKI SMS server dan masih harus mengedit/input secara manual. tapi yang saya butuhkan sms yang masuk bisa secara otomotis bisa kita tampilkan kelayar tanpa mengedit terlebih dahulu.. untuk data- data kami lengkap. dan juga bekerja sama dengan pihak KPPS di tiap TPS...


Riyu:


hmm.. kalau gitu lebih masuk akal, kayaknya bukan sistem quick count seperti metrotv yah, tapi setelah hasil perhitungan itu yang dikalkulasikan...dan diterima di server setelah penghitungan selesai. hmm dibandingkan membuat hal yang baru, saya ada ide mas, data dari OZEKI itu yang dibuatkan program untuk mengolahnya, kalau dibuatkan program baru kan perlu diuji dulu reliabilitasnya terhadap jumlah sms yang masuk, keakuratan dsb-dsb. jadi nanti OZEKInya tetap dipake, yang dilakukan adalah mengakses database dari OZEKI itu sendiri, mungkin menggunakan vb atau apa untuk dihasilkan grafik yang dibutuhkan, saya rasa itu lebih mungkin. Ndak terlalu beresiko, dan bisa diujikan langsung terhadap data-data yang lama untuk mengukur kecepatannya. Kan cuma mengkonversi data, dan ditambah kemampuan untuk menyajikan data apakah dalam bentuk tabel atau grafik


Teman:


saya juga berpikir demikian mas... cuma masalahnya saya kesulitan untuk mengconversi data dari OZEKI ( ozeki juga bisa di hubungkan dengan SQL server ) dengan hasil berupa data yang sudah di pilah.. contoh kasus : ada SMS masuk seperti ini : KOTO NAN GADANG [ nama kelurahan ] 03 [ nomor TPS] 60 [ perolehan suara pasangan 1] 70 [suara pasangan 2] 75 [ suara pasangan 3 ] = KOTO NAN GADANG 03 60 70 75. yang jadi persoalan bagaimana cara untuk dapat mengimpornya secara otomatis kemasing -masing field dengan benar. dan bagaimana cara pemisahannya apakah menggunakan tanda "#" atau "spasi" atau "/" mengingat perolehan suara masing2 calon tidak selalu 2 digit dan nama kelurahan juga bervariasi, tanah merah (2 kalimat ) KOTO NAN GADANG ( 3 kalimat) pelabuhan ( 1 kalimat ) dsb... mohon pencerahan mas.


Riyu:



oh gitu, kalau gitu bisanya gini, kita pakai aja fungsi split mas. Split akan membagi sebuah variabel dan menjadikannya sebuah array


misal contoh kasus: KOTO NAN GADANG 03 60 70 75


nah jika kita simpan ini dalam variabel


x="KOTO NAN GADANG 03 60 70 75"


y=split(x," ")




maka sekarang variabel y adalah variabel array yang dibatasi dengan spasi bukan?, masalahnya sekarang kita mengambilnya dari belakang. Ingatkan perintah untuk mengambil nilai maximal array,




z=ubound(y)




z sekarang bernilai 6 karena ada 6 array (saya asumsikan array dimulai dari 0)


sehingga


y(6)="75"


y(5)="70"


y(4)="60"


y(3)="03"


y(2)="GADANG"


y(1)="NAN"


y(0)="KOTO"




yang jadi perhatian kita adalah JANGAN MENGURUTKAN DARI DEPAN, karena kalau kita hitung dari depan, tentu saja jumlah spasi permasing-masing kelurahan adalah berbeda. Untuk itu kita hitung dari belakang, dari ubound sampai dengan 4 kedepannya (dari 6 sampai dengan 3) itu adalah termasuk data, sedangkan yang sesudahnya adalah nama kelurahan.




Jadi yang kita perhitungkan adalah uboundnya, jika jumlah kata dalam kelurahan bertambah, maka uboundnya juga bertambah




Semoga membantu



ps: Nama Teman, nama kota bukan nama sebenarnya, biar kayak sinetron gitu,

Baca selengkapnya !

31 Oktober 2009

Mengotomatiskan Daftar Isi di Word Menggunakan TOC (Table Of Contents)

chandil.wordpress.com"Banyak dituruik banyak basuo" adalah sebuah pepatah Minang. Artinya kira-kira begini, makin banyak kita melakukan perjalanan, makin banyak yang kita temui. Makin bertambah pengetahuan, makin banyak kesalahan yang dilakukan, makin banyak pengalaman yang didapat dari sana. Bahasan kali ini bukan membahas tentang itu. :P. Tapi emang berasal dari sana, berteman dengan salah seorang konsultan yang sibuk dengan proposal-proposal membuat saya mendapat pengalaman baru.


Biasanya dalam pembuatan sebuah karya ilmiah, tugas, skripsi atau thesis kita selalu disibukkan dengan daftar isi dari tulisan tersebut. Saya mah biasanya menyediakan beberapa halaman khusus, yang akan saya update setiap saya mengupdate tulisan. Jika ada pertambahan halaman, artinya semua halaman harus diperbaiki lagi. Sangat menyenangkan kalau membuat daftar isi pada waktu-waktu akhir pembuatan tulisan. Masalahnya, kita jadi tidak bisa mengukur sudah sampai dimana progress tulisan kita. Nah waktu itu saya lagi buat tugas dengan Mas Fauzan Azmi. Eh beliau membuat sebuah daftar isi yang Otomatis mengupdate dirinya sendiri. Setiap menambahkan judul atau subjudul baru, maka judul / subjudul tersebut akan otomatis nangkring pada daftar isi... kok bisa ya?????.


Oh ya, saya menggunakan Ms. Word 2007, jadi kurang tahu juga untuk Ms. Word sebelumnya ini berlaku atau tidak. Ternyata kuncinya adalah menaruh sebuah field yang bernama TOC pada halaman Daftar Isi. Field sebagaimana kita tahu adalah sebuah komponen database sederhana tentang dokumen yang disediakan oleh word untuk pemanfaatan oleh si pembuat tulisan. Contoh field yang paling sederhana adalah Page Number. Tidak mungkin bukan membuat nomor halaman dalam setiap lembar?, tidak terbayang kalau fasilitas tersebut tidak disediakan secara otomatis.


Nah, kembali ke TOC, saya misalkan kita sudah mempunyai sebuah dokumen yang memiliki sekian lembar halaman.Langkah selanjutnya adalah menempatkan field TOC dengan cara Insert > Quick Parts > Fields > TOC pada halaman daftar isi kita. Loh, kok malah yang keluar tulisan No table of contents entries found. ?????, sabar dulu coy, masih ada langkah selanjutnyaa... TOC ini hanya akan mengenal jenis-jenis Style Heading yang ada pada word. Jadi kalau kita ingin menampilkannya dalam daftar halaman kita harus menjadikan stylenya Heading 1, Heading 2, Heading 3, Heading 4, dan seterusnya.


Langkah selanjutnya adalah memberi format penomoran dari masing-masing heading. Caranya dengan mengaktifkan Multilevel List, yang akan membuat pengurutan berdasarkan kebutuhan seperti 1. 1.1. 1.1.1. 1.1.1.1. atau pengurutan I A 1 a (1) dan seterusnya. Setelah Format penomoran dilakukan, update lah semua sub judul / judul yang ada. Dengan menyesuaikan tingkat Headingnya (heading terkecil memiliki tingkatan terbesar). Setelah itu kembali pada field TOC tadi, klik padan pada TOC kemudian pilih Update Field. Here you go, selamat berdaftar isi.

Baca selengkapnya !

30 Oktober 2009

Download Source Code Visual Basic Penghitungan Dana Pensiun

http://jimmykurniaindradjaya.com/wp-content/uploads/2009/05/perencaaan-pensiun.jpgSalah satu request yang menarik adalah penghitungan gaji dari pegawai. Namun sampai sekarang saya belum menemukan source code yang cocok. Namun ini mungkin bisa mengobati, karena prinsip dari Gaji Pegawai saya rasa hampir sama. Source Code kita kali ini adalah Perhitungan Dana Pensiun, tentu saja dengan Visual Basic.


Programnya terdiri dari Entri Peserta Pensiun, dan Entri Keluarga Pensiun, Kemudian juga disediakan transaksi untuk pembayaran dan potongan pensiun. sedangkan laporan yang disediakan adalah Perhitungan Dana Pensiun, Daftar Pembayaran Pensiun (yang nantinya akan ditanda-tangani oleh masing-masing penerima dana pensiun), dan lain-lain.


Hal yang baru dari source code kali ini adalah kemampuannya untuk menampilkan Preview atau Print laporan. Dengan menambahkan fitur ini, masing-masing laporan yang ada bisa di print langsung tanpa menampilkan previewnya. Juga ada fasilitas untuk menyimpan nama pimpinan. Jadi jika terjadi perubahan pimpinan tinggal mengubah setting dari program saja. Ingin kenal lebih lanjut?, yuk download di Download Source Code Penghitungan Dana Pensiun.

Baca selengkapnya !

06 September 2009

Download Source Code Visual Basic Fungsi Menggenapkan angka untuk billing / pembuatan kwitansi di kasir

Ada request di Group Facebook: Visual Basic Opensource tentang bagaimana menggenapkan angka untuk billing / pembuatan kwitansi di kasir. Memang masalah uang receh bisa menjadi cukup mengganggu dalam pembayaran di kasir. Sebagian kasir menyediakan permen untuk diberikan kepada customer jika ternyata duit yang diberikan berlebih dalam bentuk recehan Rp. 100 ,- Rp. 150,- dan lain-lain. Tentu saja solusi ini tidak cukup menyenangkan bagi konsumen yang kadang sengaja mengumpulkan recehan untuk disedekahkan, atau memang disediakan untuk pengamen, atau memang dasar kolektor recehan! :D.


Berikut saya buatkan sebuah fungsi, yang nantinya bisa dikembangkan untuk menggenapkan angka di billing atau dalam pembuatan kwitansi di kasir, silahkan klik di source code menggenapkan angka

Baca selengkapnya !

31 Agustus 2009

Download Source Code Visual Basic .Net 2008 ( VB .Net ) dengan Crystal Report .Net dan ADO .Net tentang Otomasi Borang Akreditasi

huaahh... akhirnya..., setelah beberapa minggu yang akhirnya program pertama saya menggunakan Visual Basic .Net 2008 bisa terselesaikan. Belajar dari pengalaman menggunakan Visual Basic, dan tentu saja dengan bantuan e book tentang Pemrograman .Net dari Mbah flazx.


Program ini merupakan sebuah program otomasi borang akreditasi?, lah apa itu borang akreditasi?, borang akreditasi adalah formulir yang harus di isi oleh program studi - program studi yang ingin terakreditasi yang dapat di download di website BAN-PT.


Karena dokumen ini berasal dari berbagai sumber membuat proses pengumpulannya menjadi sulit, untuk itu perlu dirancang sebuah program aplikasi yang terhubung dengan jaringan komputer dan semua bahannya di inputkan oleh masing-masing sumber data dan disimpan ke database yang terpusat (menggunakan SQL 2000). Dan kemudian hasilnya dicetak dengan menggunakan Crystal Report.


Awalnya sih ingin membuat dengan Visual Basic, namun keinginan untuk mencoba bahasa pemrograman baru ini begitu besar, ada banyak hal baru yang saya temukan dalam Visual Studio 2008 ini. Cara pembuatan sintax yang mirip Java, .Net framework yang katanya jalan di berbagai sistem operasi, sampai ke IDE VB .Net yang merupakan integrasi mumpuni dari Pemrograman (Visual Basic .Net), Software pembuat laporan (Crystal Report), dan Database (SQL Server).


Cara koneksi ADO .Net yang memang dikhususkan untuk database tertentu juga menjadi bagian yang menarik, pembuatan kode program yang benar-benar manja, serta disain yang cantik. Banyaknya pilihan control yang bisa digunakan, sampai paradigma baru bahwa VB sekarang benar2 berorientasi objek.


Source code yang dibuat menggunakan Visual Studio 2008, dengan database SQL Server 2000, jadi untuk menjalankan source code, kedua software tersebut sudah harus terinstall. Selanjutnya silahkan anda extract file otoBora.rar (linknya dibawah), kedalam sebuah folder, file ini berisi file visual basic .net, file crystal report dan file database. Attach database Otobora_data.mdf kedalam SQL Server anda dan edit modul dari program pada mdlUtama.vb:


Module mdlUtama

Public Function cnString()


'cnString = "Data Source=.\SQLEXPRESS;AttachDbFilename='" & Mid(Application.ExecutablePath, 1, Len(Application.ExecutablePath) - Len("bin\debug\otobora.exe")) & "otoBora_Data.MDF';Integrated Security=True;Connect Timeout=30;User Instance=True"

cnString = "Data Source=riyu-laptop;Initial Catalog=boraBora;User ID=riyu;Password=as"

End Function




Public Function addrLap() As String


'addrLap = "G:\\Riyu Carier\\Perancangan Otomasi Borang Akreditasi\\otoBora\\otoBora\\otoBora\\"

addrLap = "E:\\Riyu Workshop\\Riyu Carier\\Perancangan Otomasi Borang Akreditasi\\otobora\\otoBora\\otoBora\\"

End Function


End Module


Perbaiki tulisan yang bercetak tebal, pada cnString sesuaikan dengan nama server SQL Server anda beserta user yang aktif, sedangkan pada variabel addrLap isikan dengan path tempat anda menyimpan source code tersebut, cuma path itu memiliki dua buah tanda backslash (\\) bukan satu (\). Yang asiknya memanggil report cukup satu buah form pemanggil saja?, bagaimana caranya? caranya ya.. Download Source Code Otomasi Borang Akreditasi dengan VB .Net , dan... selamat belajar...

Baca selengkapnya !